Konfercab VIII IPPNU Tanjungbalai Berganti Nakhoda, Annisa Azzahro Sitompul Dipercaya Pimpin Periode 2026–2028

Suasana Konfercab VIII PC IPPNU Kota Tanjungbalai yang menetapkan Annisa Azzahro Sitompul sebagai ketua periode 2026–2028, Minggu (13/9/2026). (dev.kedannews.co.id/Foto: Ist)

TANJUNGBALAI, dev.kedannews.co.id/ — Estafet kepemimpinan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kota Tanjungbalai resmi bergulir. Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) VIII yang digelar Minggu (13/9/2026), Rekanita Annisa Azzahro Sitompul dipercaya menjadi Ketua PC IPPNU Kota Tanjungbalai untuk masa khidmat 2026–2028.

Konfercab tersebut menjadi bagian penting dalam proses keberlanjutan organisasi. Selain menetapkan kepemimpinan baru, forum ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya serta membahas arah organisasi pada periode mendatang.

Pergantian kepemimpinan berlangsung setelah berakhirnya masa khidmat PC IPPNU Kota Tanjungbalai periode 2024–2026 yang dipimpin Rekanita Dea Damanik sebagai ketua. Dalam kepengurusan tersebut, Rekanita Nurhakiki Rahma menjalankan tugas sebagai sekretaris, sedangkan Rekanita Anisa Apriani menjabat bendahara.

Konfercab VIII sekaligus menempatkan kaderisasi sebagai salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam perjalanan kepengurusan baru. Penguatan kapasitas pelajar putri, pengembangan kemampuan organisasi, serta pembentukan karakter kader menjadi bagian dari tantangan yang akan dihadapi PC IPPNU Kota Tanjungbalai selama periode 2026–2028.

Kepemimpinan Annisa Azzahro Sitompul diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gagasan dan kegiatan baru. Pengembangan organisasi tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan kepengurusan, tetapi juga bagaimana kader memperoleh ruang untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Dalam konteks kaderisasi, keberadaan IPPNU menjadi ruang bagi pelajar putri Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan kapasitas diri. Pembinaan kader diarahkan agar anggota tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual, karakter, kepedulian sosial dan pemahaman terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Konfercab VIII juga menandai berakhirnya masa kepengurusan Dea Damanik bersama jajaran pengurus periode 2024–2026. Selama masa tersebut, mereka menjadi bagian dari dinamika dan perjalanan PC IPPNU Kota Tanjungbalai.

Pengalaman dan program yang telah dijalankan selama periode sebelumnya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan baru. Pergantian struktur organisasi juga tidak berarti berakhirnya kontribusi para pengurus lama, karena pengalaman dan gagasan yang telah dibangun tetap dapat menjadi bagian dari proses regenerasi.

Selain memperkuat internal organisasi, kepengurusan baru menghadapi kebutuhan untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Ruang kerja tersebut dapat mencakup kegiatan kepelajaran, pendidikan, keagamaan, sosial serta peningkatan kapasitas perempuan muda.

Konsolidasi antarkader juga menjadi bagian penting setelah pelaksanaan Konfercab. Hubungan antaranggota dan kader perlu terus diperkuat agar program organisasi dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan ruang pengembangan bagi pelajar putri di Kota Tanjungbalai.

Dengan ditetapkannya Annisa Azzahro Sitompul sebagai Ketua PC IPPNU Kota Tanjungbalai periode 2026–2028, organisasi memasuki fase kepengurusan baru. Sementara itu, dedikasi pengurus periode 2024–2026 menjadi bagian dari catatan perjalanan organisasi yang akan diteruskan oleh generasi berikutnya.

Atas berakhirnya masa khidmat tersebut, keluarga besar PC IPPNU Kota Tanjungbalai menyampaikan apresiasi kepada Rekanita Dea Damanik, Rekanita Nurhakiki Rahma, Rekanita Anisa Apriani, serta seluruh jajaran pengurus periode 2024–2026 atas waktu, tenaga, pikiran dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah organisasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp