Sembilan Rumah Hangus, Satu Warga Tewas dalam Kebakaran Dini Hari di Padangsidimpuan

Suasana kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Cemara, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Jumat (25/9/2026) dini hari. (dev.kedannews.co.id/dokumen: RO).
Ruang Iklan — Sebelum Isi Berita

Ruang Iklan — Tengah Berita
PADANGSIDIMPUAN, dev.kedannews.co.id/ – Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Cemara, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut menewaskan seorang warga dan menghanguskan sembilan rumah semi permanen.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rahmat Pulungan (32). Jenazah korban ditemukan setelah kobaran api berhasil dikendalikan petugas. Korban mengalami luka bakar berat akibat terjebak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Informasi yang dihimpun dev.kedannews.co.id/, api muncul ketika sebagian besar warga masih tertidur. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Kondisi bangunan yang sebagian merupakan rumah semi permanen membuat api cepat menjalar. Dalam upaya mencegah api merembet lebih luas, sebagian bangunan di sekitar lokasi juga harus dirubuhkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan Hj. Erlinda Habib Hasibuan, melalui Sekretaris Damkar Ismail Marzuki Siregar, mengatakan lima unit mobil pemadam langsung dikerahkan setelah pihaknya menerima informasi kebakaran.

“ Kami menurunkan lima unit mobil Damkar dan puluhan personel dibantu personil Satpol PP dan masyarakat melakukan proses pemadaman dan penanganan di lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman, ” ujar Ismail.

Menurut Ismail, proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Selain menyebabkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Ismail menyebut nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

” Selain korban jiwa, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Besarnya kerugian diduga akibat tidak ada barang dari rumah yang terbakar yang sempat diselamatkan, ” terangnya.

Camat Padangsidimpuan Andri Harahap turut membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan pendataan sementara pemerintah kecamatan, sembilan rumah dinyatakan ludes terbakar.

Kesembilan rumah itu masing-masing milik Masdewi Siregar (70), Mahrup Harahap (40), Pasopang (70), Munadi (35), Suhenda DLT (52), Mudah DLT (60), Sofyan Siregar (60), Mariani BTB (80), dan Salman Harahap (53).

Selain bangunan yang terbakar habis, empat rumah lainnya juga tercatat terdampak akibat peristiwa tersebut. Keempat rumah itu masing-masing milik Jul Fahmi, Nurhasanah, Nur Lela, dan Isman Juang.

Hingga Jumat (25/9/2026), penyebab kebakaran belum ditetapkan secara pasti. Berdasarkan dugaan sementara, api disebut berasal dari korsleting listrik, namun kepastian mengenai sumber api masih dalam penanganan pihak berwenang.

Pendataan terhadap korban dan kerugian material juga masih dilakukan untuk memperoleh jumlah kerugian secara lebih rinci.

Ruang Iklan — Bawah Berita
Bagikan: Facebook X WhatsApp
... (kode yang sudah ada) ...