MEDAN, dev.kedannews.co.id/ – Aktivitas penyampaian pendapat di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (24/9/2026), berlangsung hingga sore hari dengan melibatkan dua kelompok massa. Meski digelar secara bergantian, seluruh rangkaian aksi berakhir dalam situasi tertib dan kondusif.
Dua kelompok yang menyampaikan aspirasi tersebut adalah Aliansi Pejuang Reformasi Agraria (APARA) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan. Kepolisian melakukan pengamanan dengan mengerahkan personel gabungan untuk mengawal kegiatan dari awal hingga selesai.
Massa APARA tercatat tiba di lokasi sekitar pukul 11.27 WIB. Kelompok tersebut kemudian menyampaikan aspirasi hingga sekitar pukul 13.45 WIB sebelum meninggalkan kawasan DPRD Sumut secara tertib.
Sekitar pukul 14.00 WIB, giliran massa GMNI Kota Medan tiba di Kantor DPRD Sumut. Setelah menyampaikan tuntutan, perwakilan massa diterima Sekretaris Dewan DPRD Sumut pada sekitar pukul 15.10 WIB untuk menyampaikan aspirasi.
Pertemuan tersebut berlangsung hingga massa GMNI meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.20 WIB. Setelah seluruh kegiatan selesai, personel pengamanan melaksanakan apel konsolidasi pada pukul 15.30 WIB.
Pengamanan aksi melibatkan personel Polrestabes Medan bersama Sat Brimob Polda Sumut dan Dit Samapta Polda Sumut. Pengamanan di lapangan dipimpin langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan apresiasi terhadap peserta aksi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.
“Bapak Kapolda Sumatera Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, tertib dan kondusif. Ini menunjukkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, pola pengamanan yang diterapkan diarahkan agar peserta tetap dapat menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus menjaga kepentingan masyarakat lain yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang turut menjaga situasi tetap aman. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan baik, tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lainnya,” katanya.
Ia menyebut situasi yang terjaga selama kegiatan tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peserta aksi, kepolisian, pihak DPRD Sumut hingga masyarakat.
“Kami berharap situasi seperti ini terus dipertahankan. Aspirasi dapat disampaikan dengan damai, sementara keamanan dan ketertiban bersama tetap menjadi tanggung jawab kita semua,” tutupnya.
Rangkaian aksi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi di ruang publik dapat berlangsung hingga selesai dengan pengamanan yang tetap memberikan ruang bagi massa untuk menyampaikan tuntutannya. Kepolisian selanjutnya menutup kegiatan pengamanan melalui apel konsolidasi personel.
